Pantai Cemara yang Lagi Viral di Kecamatan Puger Jember

Jajaran wisata pantai di Puger memang tak ada matinya. Selain Pantai Puger (Pancer) yang memang menjadi primadona sejak dulu, kini muncul lagi wisata pantai yang tak kalah cantik. Yakni Pantai Cemara, yang sejak dua tahun belakangan menjadi perbincangan hangat di sosial media. Masyarakat berbondong-bondong mengunjunginya untuk berlibur melepas penat atau menyalurkan hobi memancing.

Meski tidak memiliki pasir putih, jumlah wisatawan tak surut mengunjungi Pantai Cemara. Baik untuk memancing, berenang di pantai, atau berpiknik di bawah rindangnya pepohonan cemara. Saat weekend, masyarakat yang berkunjung semakin meluap. Biasanya diadakan senam bersama, makan bersama, serta pertunjukan badut atau banyak penjual jaranan. Tak mengherankan Pantai Cemara tetap eksis bagi masyarakat sekitar.

Hanya Dikenai Tarif Parkir Kendaraan

 

Pengunjung yang hendak menghabiskan waktu di Pantai Cemara tak perlu mengkhawatirkan soal tiket masuk. Sejatinya, pengunjung hanya dimintai biaya parkir kendaraan saja, yang mana tak menghitung kepala sebagai tarif masuk. Untuk kendaraan roda dua, hanya dimintai tarif sebesar Rp5.000. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dikenakan tarif sebesar Rp8.000 saja. Dengan tarif sangat murah, pengunjung dapat menikmati waktu santai di Pantai Cemara sepuasnya, tak ada batasan waktu.

Saat menikmati waktu santai di Pantai Cemara, tak perlu merasa cemas akan keamanan kendaraan. Memang tempat parkir yang disediakan masih berbasis manual, dan masih memanfaatkan lahan pribadi masyarakat sekitar. Dengan teknik keamanan dobel, penjaga kendaraan menjamin keamanan dengan memberikan nomor parkir serta melakukan pencatatan terhadap setiap nomor polisi kendaraan di buku.

Lokasi Sangat Mudah Dijangkau

Terletak di satu garis pantai dengan Pancer, Pantai Cemara tepatnya di Jl. Lintas Selatan (JLS), Kalimalang, Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat Kota Jember, kurang lebih satu setengah hingga dua jam berkendara.

Dari lampu merah Rambipuji berkendara menyusuri jalan hingga sampai Kecamatan Puger. Kemudian di simpang tiga Koramil Puger, mengambil arah ke barat hingga tepat di Jembatan Besini. Lalu ambil simpang ke arah selatan, hingga sampai di pintu masuk Pantai Puger. Dari gerbang masuk Pantai Puger (Pancer), hanya perlu menyusuri JLS kurang lebih dua puluh menit. Dengan jalan beraspal mulus, gurun pasir, sejumlah pohon pandan, serta berpetak-petak tanaman kacang tanah, akan menyihir mata setiap pengendara.

Teman Brisik juga dapat mengambil gambar saat berada di JLS. Berlatar panjangnya jalan raya yang lengang dan tak berujung, akan terlihat sangat menawan. Bukan rahasia lagi jika JLS memang selalu menjadi spot foto sangat menarik. Namun tentu masih perlu memperhatikan keselamatan.

Fasilitas Memadai

Meski terbilang sebagai destinasi baru, Pantai Cemara memiliki fasilitas sangat memadai. Kamar mandi permanen, puluhan tempat sampah yang menyebar secara rata, musala, tempat memancing, serta tak lupa jajaran kios penjual makanan yang berderet rapih.

Untuk spot memancini, pengunjung bebas melakukan aktifitas memancing tanpa dipungut biaya sepeser pun. Jangan lupa membawa alat pancing serta umpan ikannya.

Penginapan Terdekat

Bagi Teman Brisik yang datang dari daerah yang jauh dan berniat untuk menginap, tak perlu khawatir. Di Puger sudah tersedia penginapan yang berjarak sangat dekat dari Pantai Cemara. Kurang lebih 6 kilometer atau lima belas menit jika ditempuh dengan kerdaraan bermotor.

Adalah Hotel Leo Shinta beralamat di Jl Kebon Lancing, Dusun Puger Kulon, Kecamatan Puger. Harga menginap per malam mulai dari Rp100.000 untuk kamar single bed, hingga Rp250.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here